Cara Jitu Menangani Anak Tidak Suka Sayur

anak tidak suka sayur

Menghadapi anak-anak yang tidak menyukai sayuran menjadi hal yang menyedihkan bagi kaum Ibu. Karena anak tidak suka sayur dapat menyebabkan kebutuhan vitamin dalam tubuh anak berkurang. Tidak mungkin kan anak-anak terus menerus untuk mengkonsumsi daging saja? Karena kebutuhan tubuh anak beragam, di mana kebutuhan gizi dan nutrisinya harus seimbang.

Mengkonsumsi daging tidak membantu vitamin yang dibutuhkan tubuh anak tercukupi dengan baik. Maka harus diimbangi dengan sayuran dan buah-buahan. Kebutuhan vitamin yang terpenting bagi anak adalah vitamin A, B kompleks, C, D, dan E. Vitamin tersebut wajib dipenuhi dalam setiap harinya. Jika anak kekurangan vitamin dalam tubuhnya, maka organ-organ tubuh anak tidak berfungsi dengan maksimal.

Dengan begitu mencukupi kebutuhan tubuh anak bisa diterapkan dan langkah yang tepat agar anak doyan makan sayur. Penyebab anak tidak suka sayur bisa dari apa saja. Misalnya, sang ibu sering menyelipkan sayuran di sela nasi dan lauk, ini bisa membuat anak tidak menyukai sayur.

Banyak orang tua yang tidak paham dengan kondisi tersebut. Sehingga sedikit menyepelekannya. Padahal membuat anak menyukai sayuran tidak susah jika para Ibu mau mengenalkan berbagai macam bahan makanan, khususnya pada sayuran pasti akan dengan mudah anak menyukai sayuran.

Cara Jitu Atasi Anak Tidak Suka Sayur

Membuat anak doyan sayur memang membutuhkan cara yang tepat untuk anak. Untuk itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing anak-anak memiliki kehidupan yang lebih baik. Berikut cara jitu menangani anak tidak suka sayur:

  1. Mengenalkan Sayuran Pada Anak

Mengajak anak untuk berkenalan dengan berbagai macam sayuran yang ada sangat penting diterapkan. Pendeketan ini sangat diperlukan untuk menghindari orang tua untuk berbuat curang pada anak seperti menyelipkan sayuran pada nasi dan lauk. Kenalkan macam-macam sayuran pada anak dan ajak anak untuk merasakannya satu persatu. Selain komunikasi dengan anak itu penting, juga dapat menciptakan chemistry antara Ibu dan anak semakin kuat.

  1. Memberikan Varian Makanan yang Banyak

Bahan-bahan makanan yang sangat banyak mampu menarik perhatian anak. Apalagi yang memiliki warna-warni yang beragam. Berbagai macam warna sayuran harus disediakan, kemudian meminta anak untuk memilih makanan yang disukainya. Langkah awal adalah membuat anak nyaman dengan apa yang akan dimakan. Jika sudah nyaman, bisa melanjutkan pada tahap lainnya.

  1. Membuat Bentuk Lucu Pada Makanan

Sajian makanan yang menarik seperti membentuk makanan yang berbeda-beda setiap harinya dapat memudahkan anak. Hal tersebut juga dapat menghindarkan anak tidak suka sayur. Banyak cara untuk membuat anak doyan sayur. Oleh sebab itu, sajikan makanan dengan bentuk yang lucu agar anak tidak bosan. Sesekali buat anak terlibat dalam menyiapkan makanan, pasti sangat menyenangkan.